Fully Isolated System Architecture (Microservices)

Arsitektur

  Request
    |
    |
    |
Api Gateway --- Auth Provider
    |\__________________________
    |           |               |
    |           |               |
 Service-1   Service-2      Service-3

File Konfigurasi

Setiap service terdapat file konfigurasi (.env) yang dapat disesuaikan dengan runtime environment

Cara Install

  • Buat database microservices

  • Ubah file .env yang terdapat pada service security (security/.env), sesuaikan dengan konfigurasi database

  • Build dan jalankan docker-compose

  • Seeding data melalui endpoint POST http://localhost:2727/api/seed

  • Login melalui endpoint POST http://localhost:2727/api/login

{
    "email": "[email protected]",
    "password": "admin"
}

Maka akan mengembalikan response

{
    "token": "[TOKEN]"
}
  • Panggil endpoint GET http://localhost:2727/api/hello dengan header Authorization: Bearer [TOKEN] maka akan mengembalikan response

{
    "message": "Hello Service 1"
}

Endpoint

  • Publik

POST   /login 
POST   /seed
  • Privat (Butuh header authorization)

POST   /api/users
PUT    /api/users/:id
DELETE /api/users/:id
GET    /api/users/:id
GET    /api/users 
POST   /api/validate
GET    /api/hello
GET    /api/hi
GET    /api/hey

Pengembangan Independen

Setiap service dapat dikembangkan secara independen tanpa perlu terkoneksi dengan Api Gateway atau Arsitektur secara utuh. Untuk melakukan simulasi privat endpoint (Api) cukup dengan mengirimkan header User-Id dan User-Email pada request.

Ini karena Api Gateway dirancang untuk melakukan validasi token dan kemudian mengubah token menjadi header User-Id dan User-Email melalui endpoint /api/validate yang mengembalikan informasi user. Header (User-Id dan User-Email) kemudian diteruskan ke endpoint service (sesuai dengan mapping) sebagai tanda bahwa request telah divalidasi oleh Api Gateway

GitHub

https://github.com/ad3n/Microservices